Rabu, 26 Oktober 2011

Keberhasilan Cinta









“Byur…..byur……byur……” Kesya seorang gadis cantik yang duduk di kelas 2 SMP itu sedang mandi tanpa menghiraukan apapun. Bahkan ibuya yang sedari tadi menggedor-gedor pintu kamarnya pun tak ia hiraukan.
Setelah selesai mandi, Kesya langsung berganti seragam dan menuju ke ruang makan untuk sarapan. “Loh…. Mas Fariz dimana ibu? kok tidak ada?” ia bertanya seraya mengunyah roti selai kesukaannya. “Ssudah berangkat sekolah Key.”jawabnya. Kok tidak menunggu Kesya ibu?”.”lha wong kamu mandinya lama banget sih, jadi mas Fariz berangkat duluan. Kan takut terlambat” Idiih, alay banget sih Mas Fariz ! orang baru jam setengah tujuh ”.Kesya menjawabnya dengan santai. ”Sayang, ini itu ssudah jam tujuh !”teriak Ibu. “Jangan bercanda pagi-pagi bu, orang jam di kamar Kesya saja baru jam setengah tujuh kok!” Jawab Kesya dengan penuh PD-nya.”O... jam didindingmu itu? Jam kamar kamu kemarin kamu cepetin ½ jam kan ! jadi Ibu membetulkannya.” ibu menjelaskan. “Apa ?!?” makanan dalam mulutnya hampir tersembur. “ya ssudah, saya berangkat bu, Assalamu’alaikum !”. Tanpa menunggu jawaban dari Ibuya, dia langsung melesat keluar rumah menuju SMP-nya yang terfaforit di kotanya itu.
Sesampainya di sekolah, ternyata bel ssudah berbuyi semenit yang lalu. Kebetulan satpam sekolah Kesya juga terlambat. Jadi dia bisa masuk kelas tanpa mendapatkan omelan yang panjang sepanjang kereta api. Namun walau begitu, dengan kesadaran ia mengajukan diri menuju ke pos satpam dan melaporkan bahwa dia terlambat. “Andai aku bisa lari cepat dan mempunyai mata yang selalu tak lupa bangun pagi, pasti aku tidak terlambat.
Key, nyontek PR kamu ya!” Rere, salah seorang teman Kesya menyambutnya. Kesya memang gadis yang pintar. Selain pintar, dia juga mempunyai postur tubuh yang ideal, berkulit putih dan baik. Jadi tak heran jika Rere memintainya untuk memberikan jawaban PR. “Nanti dulu ya, aku belum mendapatkan tempat duduk nich tukasnya.
Key, telat? Dapat angin apa berangkat siang? Kesambet nich pasti ! sini, duduk sama aku….” Sheila, sahabat Kesya menyapa.”he he, tidak, cuma ada konslet sedikit tadi.”. Sambil meletakkan tasnya dan mengatur posisi duduknya.
Tak lama kemudian, seorang lelaki paruh baya berdiri di ambang pintu. Seketika, semua murid kelas VIII I diam. “Be ready !” Rudi, sang leader mengomandani. “greet please !” lanjutnya. “Good morning sir !” Serempak anak-anak memberi salam. “Morning students”. Jawab lelaki paruh baya itu. “How are you?” Tanyanya. “I am very well thanks.” Jawab seluruh anak di kelas itu. “Now, we start this lesson” kata Pak Joni menggunakan bahasa inggris.  Karena sekolah Kesya merupakan sekolah yang berstandar internasional.
Pak Joni adalah seorang guru fisika. Atau lebih terkenal dengan sebutan guru killer, kata anak-anak. Karena dia merupakan guru yang galak dan suka marah-marah. Kebetulan, pelajaran pertama di kelas Kesya adalah fisika.
Saat istirahat tiba, Sheila mengajak Kesya ke kantin.”Key, ke kantin yuk ?”. “Ayoo . . .” jawab Kesya sambil bangkit dari tepat duduknya. “teman-teman siapa yang mau ikut ke kantin ?” Kesya memberikan pengumuman kepada semua teman-temannya bagaikan para calon presiden yang sedang kampanye. “Aku Key !” serempak si kembar Vina-Vani mengacungkan tangannya. “Kesya cantik ! aku ikut yah ....” rayu Rere. “Yee.... kok baru tahu sich aku cantik ? sudah dari dulu kale... he he he he ......”.”Ya dech, percaya percaya . . . .” tukas Rere. “ya sudah, ayo ke kantin” ajak Sheila. Semuanya menuju ke kantin.
Sesampainya di kantin, “teman-teman, mau pada makan, apa minum aja niech !” Tanya Vina. “Memangnya kenapa Vin, mau dibayarin apa? Wkwkwkw” Ledek Rere. “Oh, kalau sama Vina, pasti mau dibiarin....” Ejek Kesya. “ha ha ha ha.....” tawa semua anak tersebut pun tersembur. “Bukan seperti itu key, soalnya Vani punya uang banyak .... Jadi tadi malem dia bilang kalau mau ntraktir kita gituuuu”.”Beneran van ? aku pesen jus alpokat dech” sodor Sheila. “iya dech, situ pada pesen minum apa terserah. Yang penting jangan makan and jangan minum yang mahal eoooo” Vani mempersilakan.”oke Vani imuttt” serempak Kesya, Sheila, Rere dan Vina menjawab.
Saat mereka sedang minum sambil ngobrol, tiba-tiba Fernanda, Rey dan Dicky datang. “hay hay.... boleh gabug sob?” Sapa Nanda. “eh bro, boleh kok! Duduk gih !” kata Vina.”nyantai aja lagi plend” Rere menambahkan.
Setelah lama mereka ngobrol, bel masuk pun berbuyi. Mereka pun berjalan menuju kelas mereka. Dan mengikuti pelajaran kembali, sampai akhirnya jam pulang pun tiba. “Key,....” kata Sheila.”Key,....”ulangnya. “Iya shei, ada apa?” Jawab Kesya sambil memasukkan alat-alatnya ke dalam tas. “nanti aja dech”. Kata Shela.”yuk pulang shei?” ajak Kesya.”ayooooo”.
Di perjalanan, “Key, aku mau curhat sama kamu” Sheila membuka pembicaraan. “mau curhat tentang apa? Nich, dua kupingku sudah siap ndengerin curhatanmu. Wkwkwkwkwk” ledek Kesya. “Ichhh, aku serius tau Key !? tidak lucu kaleee”.”Aku malah dua rius Shei,”.”hihhhh, jangan ngejayus mulu donk !” Sheila kesel.”iya dech! Emang mau cerita apa sich, serius amat?!”Kesya mulai serius.”gini hloh, aku lagi suka sama seseorang”. Sheila berkata dengan malu-malu. “Emang sama siapa?” tanggap Kesya.”ya.... ada dech, dia pokoknya sekelas sama kita. Terus dia itu atlet basket. Inisialnya R” tukasnya. “Berinisial R?” Kesya kaget. “iyah....”. tiba-tiba Mas Fariz, kakak Kesya datang menjemputnya. “eh Shei, aku duluan ya! Sudah ada Mas Fariz tuh ....”.”iyaaa,,, bye bye..”
Sesampainya di rumah, Kesya masuk kamar dan merenungi kata-kata dari Sheila tadi. “Ha!? Sheila suka sama cowok yang berinisial R?” katanya dalam hati. “apa jangan-jangan.... cowok itu adalah Rudi?”.”akh, nggak mungkin.”pikirnya. “Kalau ku lihat, Sheila biasa aja dech ke Rudi”. Dia berfikir sejenak.”Aha!?” Expresi Kesya seakan menunjukan bahwa dia menemukan cowok yang disukai sahabatnya itu. “Rey...... ya pasti cowok yang dimaksud Sheila adalah Rey.”lanjutnya. Bersamaan dengan itu, HP Kesya berbuyi, tanda ada sms yang masuk. Ternyata sms dari Sheila.
“Ass, Key, u mw g bntu q?”
@@@
“Wa’alaikum slm, bntu pa?”
@@@
“bntuin q biar q bsa sma orng yg q skai!”
@@@
“Tenang ja plend, siapapun 0rng yg u ska q kan bnt u dech !!!”
@@@
“Thanks ea plend!!! ^_^”
@@@
“yoha... ^_~”
           
            Tiba-tiba, “Dorrr” Mas Fariz mengagetkan. “ha !” Kesya kaget. “akh, mas Fariz !!! ngaget-ngagetin ajah....”Kesya ngomel. “Hayo !!! Kesya lagi sms-an sama cowook !!!” Ledek mas Fariz. “Emang kenapa? Cemburu ya? “ jawabnya balik meledek. “hih, PeDe banget sich Key..”.”lagian....”. “Iya dech, maaph.....” ,“Oya, napa tadi ninggalin aku sich mas? Jahat dech, katanya kita sehati.... hah!! Apaan ,,,”Kesya membuka pembicaraan. “hla wong kamu, mandinya satu abad sendiri sich !!!”.”ikh,,, kok gitu,,, perasaan sejam aja g ada dech,,,”.”Gila ajah nggak ada satu jam,,,”.”ye,, ya nggak ada lah,,,”.”Emang kamu tahu, perasaan di kamar mandi nggak ada jam dindingnya dech!!”.”ehmm, iya sichhh!!! He he he”Kesya kepalang malu. “ya sudah, kapan-kapan dikasih jam dinding, biar tau berapa jam kamu mandi. Ha ha ha”.”hih, mulai lagi...”. Lalu, “Mas, aku punya gosip nich, mau tau nggak?”katanya serius. “apa,,, apa,,,!!!! Mau dong!!!”.”Beneran mau ??? tapi ada syaratnya...”,”emang apa syaratnya? Aku turutin dech”. “Syaratnya, kamu harus duduk manis di sini sampai aku selesai cerita” Kesya mulai mengajukan syarat.
“Iya....”
“terus, kamu nggak boleh motong pembicaraan saat aku cerita”
“iya”
“Kamu nggak boleh komenanti apapun tentang ceritaku”
“iya dechhhh”
“kamu juga....”
“banyak banget sich syaratnya.... to the point aja napa..” Mas Fariz memotong pembicaraannya.
“ihhh, mau diceritain apa nggak?”
“iya dech...”
“nah, gini ceritanya...”
Tiba-tiba ibu dan ayah berada di ambang pintu untuk bersiap menguping pembicaraan Kesya dan Mas Fariz. “Ibu!!! Ayah !!!” teriak Kesya dan kakaknnya. “Kesya !!! Fariz !!!” Mereka balik berteriak. “ngapain di situ?” tanya Mas Fariz curiga. “ehm, kita mau nguping pembicaraan kalian” Jawab ayah dengan penuh rasa tak bersalah. “ikh, ayah...” Ibu kesal. “eh, keceplosan”tukas ayah. “oh, jadi mau nguping nich ceritanya” kata Kesya. “maaf ya ibu dan ayah kita tercinta, ini urusan remaja. Jadi kita persilakan untuk keluar dari kamar ini” rayu Fariz. “Bu, kita diusir. Hu hu hu” Ayah pura-pura menagis.”Iya, kita ke kamar aja yuk yah !!” Ibu merespon. Mereka pun menuju ke kamar mereka.
 “Aduh,,, jayus banget sich ortu kita Key,” Kata Fariz setelah memastikan bahwa orang tuanya ssudah pergi. “emang,, baru nyadar mas!” “ya enggak sich,,,. Sudah gih lanjutin ceritanya”. “jadi gini ceritanya,” Kesya mulai bercerita. “Kamu tau kan Sheila temenku?” tanyanya. “iya....tau, emang dia kenapa?” Fariz merespond. “katanya itu, dia suka sama orang. Nah, aku itu yakin, bahwa cowok yang disukai Sheila pasti Rey. Jadi, aku berniat untuk membantu dia mendapatkan Rey, gitu....”jelasnya. “owh, terus rencana kamu apa Key?” tukas Fariz. “Nah, itu masalahnya,, aku lagi bingung...”. “Key, aku punya ide, besok kan sekolah libur, gimana kalau kalian besok main bareng, kemana kek”usulnya. Lalu Fariz membisikkan sesuatu ke telinga Kesya.  “terus...?” Kesya ingin tau. “yaaa,, kamu kan anak pinter, pasti tau lah gimana selanjutnya!!”. Kesya berfikir sejenak. “oh iya,,, pinter juga kakakku yang ganteng ini.” Kesya memuji. “aduh,, aku mah sudah ganteng dari dulu.” kePeDeannya mulai muncul. “ya sudah dech, cepet sana ke kamar Mas Fariz !!! aku sudah ngantuk..” kata Kesya sedikit ngusir. Fariz pun menuju ke kamarnya. Seisi rumah itupun tertidur.
Keesokan harinya, seperti biasa, keluarga tersebut melaksanakan solat subuh berjamaah. Setelah itu, Kesya mandi dan sarapan bersama keluarganya. “Key, makan yang banyak, biar gemuk !” ayahnya meledek. “iya donk Key, masa bodimu kepes gitu sich,”tambah Mas Fariz. “ikh, gini aja sudah ideal! Ngiri ya? Harusnya tuh mas Fariz tiap hari olahraga biar ototnya kenceng dikit!” tukas Kesya sembari mengunyah sarapannya. “sudah-sudah, jangan ribut terus. Makan itu nggak boleh ngomong.” Ibu menasehati. Lalu, tiba-tiba Kesya beranjak dari tempat duduknya. “Hloh, kok sudahan Key?” tanya ibu. Kesya pun menjawab “habis, Mas Fariz ngajak berantem mulu sich,,, jadi nggak nafsu makan dech!”. “kok Mas Fariz Key,”Fariz tak terima. “Owh, bu, Kesya bohong nich, orang makanannya aja sudah habis,,, jadi dia pergi” lanjut Fariz. “hih, jangan fitnah dech mas, orang masih tak sisain kok,,, sendoknya.. ha ha ha” katanya sambil berlari ke kamarnya.
Di kamar, Kesya memegang Hpnya dan menulis sms pada teman-temannya agar nanti pukul 09.00 ke rumah Kesya. Alhasil, teman-temannya mau ke rumahnya.
Jam dinding kamar Kesya telah menunjukan pukul 09.00. Teman-teman Kesya pun berdatangan. “asalamu’alaikum! Sheila memberi salam sembari mengetuk pintu. “Wa’alaikum salam” ibu Kesya menjawab dan membukakan pintu rumah.”Permisi tante, Kesyanya ada?” tanya Vani. “ooh, ada di kamarnya. Mari silakan masuk” ibu mempersilakan. Mereka pun masuk dan langsung menuju ke kamar Kesya.
Sesampainya di kamar, mereka merencanakan untuk pergi ke suatu tempat, namun mereka pusing untuk menentukan tempat tersebut. “Plend, renang yuk !!!” Rere mengajukan usul. “tumben kamu pinter re !!! ha ha ha” ledek Rey. “ya sudah, ayo siap-siap ke sana!!!” ajak Vina. Mereka pun ber siap-siap dan berangkat ke kolam renang.
Sampailah mereka di kolam renang. “cuy, yok ganti !” kata Kesya. “siap bos!!!” jawab teman-temannya serempak. Setelah berganti pakaian, mereka langsung nyebur ke kolam renang. Karena belum pemanasan, Sheila menjadi kram. “Aduh,,,, kakiku sakit banget,,,” rintihnya. “Dick, Sheila kram tuh, tolongin dia bawain ke tepi kolam ya !!! kamu kan cowok, masa aku yang bawa dia sih !!! Fernanda sama Rey belum selesai ganti baju soalnya!! Please...” pinta Kesya pada Dicky memulai rencananya. Dicky pun menggendong Sheila ke tepi sungai. Setelah sampai tepi, tiba-tiba Rey datang dan marah-marah,, “Dick,” kata rey sambil menarik Dicky. “Hei dick, kamu mau ngrebut Sheila dari aku ya!!!! Selama ini ku kira kamu mau bantu aku deketin Sheila, tapi ternyata......”. “nyantai dulu bro “ tukas Dicky. “halah, sudah !!! ngaku dech, kamu mau deketin Sheila saat aku nggak ada kan!!!”. “bukan gitu tapi dia kram Rey,”Dicky mencoba menjelaskan. “halah sudah dech,  apaannn!!!” Rey semakin menjadi-jadi. Pertumpahan darah pun hampir terjadi. “sudah sudah...!” Sheila angkat bicara. “jangan sotoy dech Rey, aku nggak cinta sama Dicky, dan Dicky juga nggak bermaksud deketin aku kok!!!” lanjutnya..... “aku tuh sebenarnya sayang sama kamu Rey, bukan sama Dicky...” katanya sembari meneteskan air matanya. Semuanya diam. Lalu beberapa detik kemudian, dengan terkagum-kagum, “apa shei? Kamu cinta sama aku? Kalau gitu, kamu mau nggak jadi pacarku? Aku sayang banget sama kamu Shei...” Rey memandang dengan penuh berharap. “ehm,,, boleh..” jawab Sheila dengan malu-malu. Dan waktu itu juga rasa sakit di kaki Sheila hilang seketika. Sheila pun langsung berdiri dan memeluk Kesya sambil berkata, “makasih Key, berkat kamu, aku bisa pacaran sama Rey,”. “ehm, iya, tapi inget!  jangan berbuat yang nggak-nggak ya” pesan Kesya. Akhirnya, mereka pun kembali berenang.
Setelah lama berenang mondar-mandir, Kesya duduk di tepi kolam sambil melihat teman-temannya yang asyik bermain air. Tiba-tiba Dicky menyusul duduk di samping Kesya. “kok berhenti Key?” Dicky membuka pembicaraan. “nggak papa kok,,” jawabnya. “Key, boleh nggak aku ngomong sesuatu?” tanya Dicky. “ya boleh lah,, ngomong aja lagi” tukas Kesya. “ehm  Key, mungkin nggak, kalau kita bisa kayak Rey dan Sheila?” tanya Dicky penuh teka-teki. “maksudnya...?” Kesya balik bertanya sambil menghadap Dicky. “key, aku sayang sama kamu, aku cinta sama kamu !!! Sebenernya sudah dari dulu aku nyimpen perasaan ini. Tapi aku baru bisa ngungkapin sekarang ke kamu.” Dicky megungkapkan perasaannya. “terus napa ?” jawab Kesya polos. “ kamu mau nggak jadi pacarku? Aku akan melakukan apapun untukmu”. “ gimana ya Dick, jangan bercanda dech.... emang kamu bisa buktiin kalau kamu sayang sama aku?” tanya Kesya. “aku akan ngelakuin apapun dech !!! asalkan kamu mau jadi pacarku.” Jawab Dicky dengan penuh keberanian. “dick, kayaknya nggak mungkin dech..”. “nggak mungkin apanya Key?”, “nggak mungkin kalau aku nolak kamu..”lanjutnya. “hah!! Beneran Key !!! makasih Kesyaku yang cantik..” kebahagiaan Dicky meluap. Cewek yang diidam-idamkannya selama ini, akhirnya menjadi miliknya.
Dari kejauhan, teman-teman mereka mengamati mereka. “cie...cie,,,,,” teman-teman mereka meledek. “Mujur banget kamu Dick, bisa dapetin cewek cantik plus pinter kaya’ Kesya..” kata Fernanda.. “iiya,, dunk,, Dicky gituuuu..”.

           

Tidak ada komentar:

Posting Komentar